Bahan Renungan : 2 Korintus 9:7
Thema : Memberikan Pelayanan
Kesempatan hidup merupakan sebuah anugerah yang
terbesar dan terindah yang pernah Tuhan berikan kepada setiap manusia.
Kehidupan yang Tuhan berikan bukan hanya sekedar untuk hidup dan tidak
melakukan suatu hal apapun. Manusia yang terlahir ke dalam dunia ini, sudah
jelas mendapatkan pelayanan yang sungguh luarbiasa sehingga mampu menjadi
tumbuh dewasa meskipun terkadang ada juga yang tidak mendapatkannya dari orang
yang tidak mempunyai hati. Dengan kata lain bahwa setiap seorang anak bayi
lahir melihat dunia yang penuh dengan tanda tanya ini, jelas sudah mendapatkan
pelayanan yang begitu baik dari orang terdekat mereka yaitu keluarga. Tuhan
memberikan kehidupan tersebut agar kehadiran anak di dalam keluarga dapat
menjadi berkat bagi orang lain dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Namun yang
menjadi persoalan adalah pelayanan yang telah diterima seseorang sejak lahir ke
dunia terkadang tidak memberikan pemaknaan untuk mau memberikan waktu untuk
melayani orang lain di waktu selanjutnya. Hal itu tidak asing jika kita lihat
di dalam gereja masa kini. Terlihat begitu kurang partisipasi yang diberikan
oleh banyak orang dalam kegiatan gereja.
Melayani merupakan salah satu tugas setiap orang
yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus di dalam kehidupannya. Melayani
manusia dengan penuh sukacita, penuh kasih dan penuh hikmat yang datangnya
daripada Tuhan merupakan hal yang akan membawakan kesukaan bagi Allah. Melayani
tidak harus menerima imbalan kembali dari orang yang kita layani. Ada orang
yang berpikir bahwa, ketika ia melakukan pelayanan atau memberi bantuan kepada
orang lain, suatu saat nanti ketika ia mengalami kesusahan di dalam hidupnya,
orang yang telah ia bantu atau layani tersebut akan memberikan pertolongan juga
kepadanya. Paham seperti ini tak jarang kita temui di dalam masyarakat yang dimana
pemahaman tersebut merupakan paham yang tidak berlandaskan kasih Kristus Yesus.
Memberikan pelayanan baik dalam bentuk waktu, materi, tenaga dan lain
sebagainya kepada orang lain, tidak harus ada balasan di dalamnya. Di dalam 2
Korintus 9:7 “Hendaklah masing-masing
memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena
paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Memberikan
apa yang kita punya dengan kerelaan hati merupakan hal yang menyenangkan hati
Tuhan. Memberi juga merupakan sebuah pelayanan yang dapat menjadi berkat bagi
orang yang membutuhkannya.
Seorang kakek tua dengan pakaian kumuh berjalan
melalui lampu kota dalam cuaca yang sangat dingin dan gerimis hendak pulang ke
gubuk kecil yang setia menjadi tempatnya berteduh. Di tengah perjalanan ia
melihat dua orang anak kecil yang sepertinya sama sekali tidak mengenal daerah
itu. Kakek tua tersebut merasa iba dan berhenti sejenak untuk bertanya tentang
apa yang mereka sedang lakukan. Seorang anak yang kelihatan lebih tua menjawab
pertanyaan dari kakek tua tersebut dengan rasa takut “kami kehilangan orangtua
kami, hari ini”. Kakek tua itu memberikan tawaran kepada anak tersebut untuk
menunggu di rumahnya. Tawaran yang diberikan itu diterima oleh kedua anak kecil
itu meskipun ada rasa ragu atau rasa takut di dalam hati mereka. Di dalam gubuk
kecil milik kakek tua itu tidak ada siapa-siapa. Ia hanya tinggal seorang diri.
Kakek tua itu pun merogoh kantong celananya, namun ia hanya menemukan beberapa
uang logam. Ia melihat celengan kecil yang biasa ia simpan di dalamnya uang
dari hasil penjualan barang bekasnya yang dimana ia memang hanya seorang
pemulung. Dari dalam celengan itu, ia juga menemukan beberapa uang logam. Dari
uang logam tersebut, kakek tua itu pun membelikan makanan untuk boleh dimakan
oleh mereka malam itu.
Melayani orang berarti bukan harus banyak atau lebih
di dalam kita segala sesuatunya. Melayani dan memberi kepada orang lain yang
menjadi dasar yang paling utama adalah ketulusan hati dan kasih. Hendaklah
setiap orang yang hidup menyadari bahwa melayani merupakan memberi yang dengan
ketulusan hati. Ketika kita melayani harus ada sesuatu yang kita korbankan demi
orang lain. Pengorbanan itu merupakan suatu hal yang kita berikan kepada mereka
yang hadir di dalam kehidupan kita. Melayani berarti memberi meskipun tak
selamanya dalam bentuk materi. Melayani berarti memberi waktu, pikiran, motivasi,
hati, dan sebagainya. Melayani merupakan tugas kita bersama untuk memuliakan
nama Tuhan Yesus Kristus (Yoh 12:26).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar