Kamis, 25 Agustus 2016

Melayani berarti Memberi


Bahan Renungan : 2 Korintus 9:7
Thema : Memberikan Pelayanan
Kesempatan hidup merupakan sebuah anugerah yang terbesar dan terindah yang pernah Tuhan berikan kepada setiap manusia. Kehidupan yang Tuhan berikan bukan hanya sekedar untuk hidup dan tidak melakukan suatu hal apapun. Manusia yang terlahir ke dalam dunia ini, sudah jelas mendapatkan pelayanan yang sungguh luarbiasa sehingga mampu menjadi tumbuh dewasa meskipun terkadang ada juga yang tidak mendapatkannya dari orang yang tidak mempunyai hati. Dengan kata lain bahwa setiap seorang anak bayi lahir melihat dunia yang penuh dengan tanda tanya ini, jelas sudah mendapatkan pelayanan yang begitu baik dari orang terdekat mereka yaitu keluarga. Tuhan memberikan kehidupan tersebut agar kehadiran anak di dalam keluarga dapat menjadi berkat bagi orang lain dan nama Tuhan semakin dimuliakan. Namun yang menjadi persoalan adalah pelayanan yang telah diterima seseorang sejak lahir ke dunia terkadang tidak memberikan pemaknaan untuk mau memberikan waktu untuk melayani orang lain di waktu selanjutnya. Hal itu tidak asing jika kita lihat di dalam gereja masa kini. Terlihat begitu kurang partisipasi yang diberikan oleh banyak orang dalam kegiatan gereja.
Melayani merupakan salah satu tugas setiap orang yang telah percaya dan menerima Yesus Kristus di dalam kehidupannya. Melayani manusia dengan penuh sukacita, penuh kasih dan penuh hikmat yang datangnya daripada Tuhan merupakan hal yang akan membawakan kesukaan bagi Allah. Melayani tidak harus menerima imbalan kembali dari orang yang kita layani. Ada orang yang berpikir bahwa, ketika ia melakukan pelayanan atau memberi bantuan kepada orang lain, suatu saat nanti ketika ia mengalami kesusahan di dalam hidupnya, orang yang telah ia bantu atau layani tersebut akan memberikan pertolongan juga kepadanya. Paham seperti ini tak jarang kita temui di dalam masyarakat yang dimana pemahaman tersebut merupakan paham yang tidak berlandaskan kasih Kristus Yesus. Memberikan pelayanan baik dalam bentuk waktu, materi, tenaga dan lain sebagainya kepada orang lain, tidak harus ada balasan di dalamnya. Di dalam 2 Korintus  9:7 “Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita.” Memberikan apa yang kita punya dengan kerelaan hati merupakan hal yang menyenangkan hati Tuhan. Memberi juga merupakan sebuah pelayanan yang dapat menjadi berkat bagi orang yang membutuhkannya.
Seorang kakek tua dengan pakaian kumuh berjalan melalui lampu kota dalam cuaca yang sangat dingin dan gerimis hendak pulang ke gubuk kecil yang setia menjadi tempatnya berteduh. Di tengah perjalanan ia melihat dua orang anak kecil yang sepertinya sama sekali tidak mengenal daerah itu. Kakek tua tersebut merasa iba dan berhenti sejenak untuk bertanya tentang apa yang mereka sedang lakukan. Seorang anak yang kelihatan lebih tua menjawab pertanyaan dari kakek tua tersebut dengan rasa takut “kami kehilangan orangtua kami, hari ini”. Kakek tua itu memberikan tawaran kepada anak tersebut untuk menunggu di rumahnya. Tawaran yang diberikan itu diterima oleh kedua anak kecil itu meskipun ada rasa ragu atau rasa takut di dalam hati mereka. Di dalam gubuk kecil milik kakek tua itu tidak ada siapa-siapa. Ia hanya tinggal seorang diri. Kakek tua itu pun merogoh kantong celananya, namun ia hanya menemukan beberapa uang logam. Ia melihat celengan kecil yang biasa ia simpan di dalamnya uang dari hasil penjualan barang bekasnya yang dimana ia memang hanya seorang pemulung. Dari dalam celengan itu, ia juga menemukan beberapa uang logam. Dari uang logam tersebut, kakek tua itu pun membelikan makanan untuk boleh dimakan oleh mereka malam itu.
Melayani orang berarti bukan harus banyak atau lebih di dalam kita segala sesuatunya. Melayani dan memberi kepada orang lain yang menjadi dasar yang paling utama adalah ketulusan hati dan kasih. Hendaklah setiap orang yang hidup menyadari bahwa melayani merupakan memberi yang dengan ketulusan hati. Ketika kita melayani harus ada sesuatu yang kita korbankan demi orang lain. Pengorbanan itu merupakan suatu hal yang kita berikan kepada mereka yang hadir di dalam kehidupan kita. Melayani berarti memberi meskipun tak selamanya dalam bentuk materi. Melayani berarti memberi waktu, pikiran, motivasi, hati, dan sebagainya. Melayani merupakan tugas kita bersama untuk memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus (Yoh 12:26).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar